Dalam sebuah pertandingan yang mendefinisikan semangat juang Liga Champions, Pafos FC berhasil bangkit dua kali dari ketertinggalan untuk menahan imbang AS Monaco dengan skor akhir 2-2. Drama terjadi hingga menit-menit akhir, yang mana membuktikan kualitas mental skuad Siprus tersebut.
⚽ Detik-detik Kunci Pertandingan
Gol Cepat dan Respon David Luiz (Menit 5 & 18)
Monaco mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan, dan hasilnya segera terlihat. Pada menit ke-5, gelandang serang Jepang, Takumi Minamino, membuka skor, memanfaatkan kelengahan di pertahanan tuan rumah. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Sebab, David Luiz menjadi pahlawan bagi Pafos, menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-18 melalui sundulan keras dari sepak pojok. Gol ini menunjukkan bahaya Pafos dari set-piece.
Kesalahan Fatal dan Keunggulan Monaco (Menit 26)
Meskipun berhasil menyamakan kedudukan, kesalahan fatal dari kiper Pafos, Neofytos Michail, kembali memberikan keuntungan bagi Monaco. Folarin Balogun dengan sigap mencegat umpan yang ceroboh dan dengan mudah mencetak gol di menit ke-26, mengembalikan keunggulan Monaco menjadi 2-1 sebelum jeda.
Gol Bunuh Diri di Menit Kritis (Menit 88)
Babak kedua didominasi oleh pertahanan Monaco dan tekanan tanpa henti dari Pafos. Ketika waktu normal hampir habis dan kemenangan Monaco di depan mata, sebuah tendangan sudut di menit ke-88 menciptakan kekacauan. Bola memantul dari mistar gawang lalu mengenai bek , Mohammed Salisu, sebelum masuk ke gawang. Gol bunuh diri tersebut memastikan skor imbang 2-2 dan memberikan satu poin berharga bagi Pafos.
📊 Analisis Pasca-Pertandingan
Hasil 2-2 ini sangat memuaskan bagi Pafos, yang menunjukkan karakter tim sejati dengan bangkit dari dua kali ketertinggalan. Terutama, mereka berhasil mengeksploitasi kelemahan Monaco dalam situasi bola mati.
Sementara itu, bagi Monaco, kegagalan mengamankan kemenangan setelah memimpin dua kali akan menjadi perhatian serius. Meskipun lini serang mereka tajam, kemampuan mereka untuk mempertahankan keunggulan di menit akhir terbukti menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki. Kedua tim kini harus fokus pada pertandingan berikutnya di kompetisi yang ketat ini.