Situs Piala Dunia – Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa menghadirkan rangkaian pertandingan penuh drama, kejutan, dan kemenangan besar yang sulit dilupakan. Tim-tim Eropa saling bersaing untuk memperebutkan tiket menuju putaran final yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam proses itu, beberapa negara menciptakan kemenangan yang tidak hanya menunjukkan kekuatan tim, tetapi juga mengukir sejarah baru dalam perjalanan sepak bola mereka.
Di edisi kualifikasi kali ini, belasan pertandingan berakhir dengan selisih gol besar. Namun, empat pertandingan mencuri perhatian karena skornya yang sangat telak, kualitas permainan yang dominan, dan kontribusi para pemain bintang yang tampil luar biasa.
Artikel ini membahas empat kemenangan paling spektakuler sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mulai dari kemenangan Belanda atas Malta, pesta gol Portugal, performa brutal Austria, hingga rekor gila Norwegia bersama Erling Haaland.
1. Belanda Menghancurkan Malta 8-0 – Euroborg, 10 Juni 2025
Belanda Tampil Tanpa Ampun
Timnas Belanda memasuki Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Mereka tampil konsisten, agresif, dan solid di setiap pertandingan. Salah satu bukti kekuatan De Oranje terlihat saat mereka mengalahkan Malta dengan skor telak 8-0 di Stadion Euroborg.
Pada laga ini, Belanda langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Para pemain menunjukkan kombinasi kecepatan, kontrol bola, dan kreativitas yang membuat Malta tidak punya ruang untuk berkembang.
Depay & Malen Jadi Mesin Gol
Memphis Depay membuka pesta gol Belanda lewat dua gol cepat pada menit ke-9 dan 16. Ia menampilkan ketenangan dan insting tajam saat menyelesaikan peluang. Depay memperlihatkan dirinya sebagai finisher kelas dunia.
Donyell Malen menyusul dengan brace pada menit ke-74 dan 80. Kehadirannya sebagai pemain yang eksplosif, lincah, dan taktis membuat pertahanan Malta semakin tidak berdaya.
Gol-Gol Lain Melengkapi Kemenangan Besar
Selain Depay dan Malen, empat pemain lain ikut mencetak gol:
-
Virgil van Dijk
-
Xavi Simons
-
Noa Lang
-
Micky van de Ven
Belanda mengontrol penuh jalannya pertandingan dengan penguasaan bola dominan dan total tembakan yang jauh lebih banyak dibandingkan Malta. Hasil ini menjadi salah satu kemenangan terbesar Belanda sepanjang sejarah kualifikasi.
Dampak Kemenangan 8-0
Kemenangan ini menegaskan:
-
Konsistensi Belanda sebagai tim papan atas Eropa
-
Kedalaman skuad yang merata
-
Kreativitas strategi pelatih Ronald Koeman
Belanda akhirnya menutup fase kualifikasi tanpa kekalahan—sebuah pencapaian luar biasa.
🇵🇹 2. Portugal Menang 9-1 Atas Armenia – Porto, 16 November 2025
Portugal memasuki laga melawan Armenia tanpa Cristiano Ronaldo, yang menerima sanksi kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Meski begitu, Portugal menunjukkan bahwa mereka tidak bergantung pada satu pemain saja.
Di hadapan publik Estadio do Dragao, Portugal tampil agresif sejak menit awal dan menutup laga dengan kemenangan 9-1.
Dua Gelandang Cetak Hattrick
Yang membuat laga ini unik adalah fakta bahwa dua gelandang, Bruno Fernandes dan Joao Neves, sama-sama mencetak hattrick. Penampilan keduanya menjadi sorotan utama.
-
Bruno Fernandes memimpin permainan dengan kreativitas dan visi luar biasa.
-
Joao Neves, gelandang muda berbakat, menunjukkan kedewasaan dan insting gol yang mencengangkan.
Kedua pemain ini mengontrol lini tengah sepenuhnya dan memecah pertahanan Armenia melalui kombinasi passing cepat dan tembakan presisi.
Kontribusi Pemain Lain
Tiga pemain lain ikut menyumbang gol:
-
Renato Veiga
-
Goncalo Ramos
-
Francisco Conceicao
Portugal mendominasi 90 menit pertandingan dengan intensitas tinggi, serangan bergelombang, dan pressing yang membuat Armenia kesulitan keluar dari area pertahanan.
Lolos dengan Performa Meyakinkan
Portugal menutup fase kualifikasi dengan 13 poin dari 6 laga, memastikan diri maju ke Piala Dunia 2026 dengan kekuatan komposisi pemain yang merata dan gaya bermain yang efektif.
3. Austria Menaklukkan San Marino 10-0 – Wina, 9 Oktober 2025
Austria Menunjukkan Identitas Baru
Di bawah komando pelatih Ralf Rangnick, Austria berubah menjadi tim yang disiplin, cepat, dan agresif. Mereka bermain menggunakan pressing tinggi dan operan cepat yang membuat lawan kewalahan.
Saat menghadapi San Marino, Austria tampil menggila dan menang 10-0—kemenangan terbesar mereka dalam sejarah kualifikasi.
Arnautovic Mencetak Quattrick
Marko Arnautovic menjadi bintang dengan mencetak empat gol (quattrick) pada menit ke-8, 47, 83, dan 84. Meski tidak muda lagi, Arnautovic membuktikan bahwa pengalaman dan ketajaman masih menjadi senjata utamanya.
Schmid, Posch, dan Pemain Lain Berkontribusi
Romano Schmid membuka keunggulan Austria pada menit ketujuh, sementara Stefan Posch mencetak dua gol pada menit ke-30 dan 42.
Tiga gol lainnya dicetak oleh:
-
Michael Gregoritsch
-
Konrad Laimer
-
Nikolaus Wurmbrand
Austria tampil sangat disiplin dan terus menekan San Marino hingga akhir, tidak memberi kesempatan bagi lawan untuk bernapas.
Puncak Grup H
Austria menutup kualifikasi sebagai pemuncak Grup H dengan 19 poin. Strategi Rangnick—yang mengandalkan pressing tinggi dan pergerakan cepat antarlini—berhasil mengangkat Austria menjadi tim yang kompetitif di Eropa.
4. Norwegia Menghancurkan Moldova 11-1 – Oslo, 9 September 2025
Norwegia mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Mereka melewati fase kualifikasi Grup I dengan sempurna—menang di semua pertandingan.
Puncak dominasi itu terlihat jelas kala mereka membantai Moldova 11-1 di Oslo.
Haaland Mencetak 5 Gol
Erling Haaland tampil sebagai predator mematikan. Ia mencetak quintrick—lima gol dalam satu laga:
-
menit 11
-
menit 36
-
menit 43
-
menit 52
-
menit 83
Haaland memanfaatkan kecepatannya, kekuatan tubuhnya, dan ketajamannya untuk menghancurkan pertahanan Moldova.
Thelo Aasgaard Menyusul dengan 4 Gol
Masuk sebagai pemain pengganti, Thelo Aasgaard membuat kejutan besar dengan mencetak empat gol pada menit ke-67, 76, 79, dan 90+1. Performanya memantapkan kemenangan telak Norwegia.
Gol Tambahan dari Myhre dan Odegaard
Dua gol lainnya dicetak oleh:
-
Felix Horn Myhre (menit 6)
-
Martin Odegaard (menit 45+1)
Odegaard mengendalikan lini tengah dan menciptakan aliran serangan yang membuat Moldova tidak mampu bertahan.
Tim Paling Mengejutkan
Norwegia menunjukkan perkembangan pesat. Mereka tidak hanya lolos, tetapi lolos dengan gaya dominan. Kemenangan 11-1 ini menjadi bukti bahwa generasi emas Norwegia akhirnya menemukan momen terbaiknya.
🔍 Kesimpulan: Bukan Hanya Negara Besar yang Mendominasi
Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa kemenangan besar tidak hanya dikuasai negara-negara elite seperti Jerman, Prancis, Inggris, atau Spanyol. Austria dan Norwegia menunjukkan perkembangan signifikan dengan mencatat kemenangan brutal dan memastikan tiket ke putaran final.
Sementara itu, Portugal membuktikan kedalaman skuad mereka dengan mencetak sembilan gol tanpa Ronaldo, dan Belanda tampil sangat stabil sepanjang kualifikasi.
Empat kemenangan terbesar ini tidak hanya menunjukan selisih gol yang luar biasa, tetapi juga menandai:
-
meningkatnya kualitas kompetisi Eropa
-
lahirnya generasi baru pemain bintang
-
strategi pelatih yang semakin modern dan efektif
-
dinamika sepak bola Eropa yang makin kompetitif
Kemenangan-kemenangan besar ini juga menjadi bagian dari sejarah perjalanan menuju Piala Dunia 2026—turnamen yang diprediksi menjadi salah satu yang paling meriah sepanjang sejarah.






