Sebelum namanya mencuat dalam wacana Timnas Indonesia, Simon Tahamata telah lebih dulu menorehkan sejarah panjang di kancah Eropa. Kariernya dimulai dari Belanda, tempat ia lahir dan tumbuh. Melalui talenta luar biasa, ia segera menarik perhatian klub-klub besar. Karena itu, jalan menuju panggung sepak bola dunia terbuka lebar baginya.
Awalnya, Simon memulai karier profesionalnya di klub terkenal Ajax Amsterdam. Sebagai pemain muda berbakat, ia segera menunjukkan potensi luar biasa. Tak butuh waktu lama, pelatih utama memberinya kepercayaan tampil reguler. Bahkan, gaya mainnya yang lincah dan kreatif langsung memikat para penggemar.
Kemudian, ia mencatatkan prestasi gemilang bersama Ajax dengan meraih gelar Eredivisie. Simon tak hanya sekadar hadir di lapangan, tetapi ia juga berperan penting dalam membangun serangan. Selain itu, kontribusinya dalam berbagai pertandingan besar membuatnya dipandang sebagai pemain kunci dalam skuad utama Ajax.
Setelah sukses di Ajax, ia melanjutkan perjalanan ke Standard Liège di Belgia. Pilihan tersebut menandai babak baru dalam kariernya. Meskipun berpindah negara, Simon tetap tampil konsisten. Bahkan, ia cepat beradaptasi dengan gaya permainan Belgia yang berbeda, dan tetap mempertahankan performa puncak.
Lebih jauh lagi, Simon menunjukkan kedewasaan taktik dan teknik selama bermain di Standard Liège. Klub itu memberinya ruang untuk berekspresi di lapangan. Oleh karena itu, ia mampu menciptakan banyak peluang bagi rekan satu tim. Kontribusinya menjadikannya sosok yang disegani lawan.
Kariernya semakin bersinar ketika ia bergabung dengan Feyenoord. Kepindahan tersebut sempat mengejutkan, tetapi Simon membuktikan bahwa dia layak berada di klub besar manapun. Dengan semangat tinggi, ia membawa dampak besar di lini tengah. Transisi ini juga menandai kematangan dirinya sebagai pemain senior.
Tak hanya di level klub, Simon juga mencatatkan debut gemilang di tim nasional Belanda. Meskipun berdarah Maluku, ia berhasil menembus skuad Oranje. Prestasi ini tak mudah diraih, sebab kompetisi di Belanda sangat ketat. Namun demikian, kerja keras dan dedikasinya membuatnya dipercaya tampil di laga internasional.
Selama memperkuat Belanda, Simon tampil dengan penuh semangat nasionalisme. Ia mencatatkan sejumlah penampilan penting, termasuk dalam kualifikasi turnamen besar. Di sinilah publik internasional mengenal gaya bermain uniknya. Maka dari itu, namanya mulai terdengar hingga luar Eropa.
Meskipun tidak pernah tampil di Piala Dunia, kontribusinya dalam tim nasional tetap diakui. Bahkan, media Eropa kerap menyoroti permainan flamboyannya. Selain itu, ia sering dianggap sebagai pionir pemain keturunan Indonesia yang sukses di kancah global. Reputasinya pun terus tumbuh
Menjelang masa pensiun, Simon perlahan mengalihkan fokus ke dunia kepelatihan. Ia tidak ingin kariernya berhenti hanya sebagai pemain. Karena itu, ia mengambil lisensi kepelatihan dan memulai karier baru. Langkah ini memperlihatkan dedikasi jangka panjangnya terhadap sepak bola.
Setelah pensiun, Simon mengabdikan diri sebagai pelatih akademi muda di Ajax dan klub lain. Ia ingin mentransfer pengalaman dan nilai-nilai yang ia
Baru-baru ini, kabar bahwa Simon akan bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai staf pelatih mulai santer terdengar. Berita ini disambut antusias oleh publik sepak bola tanah air. Mengingat pengalamannya di Eropa, banyak yang berharap ia dapat meningkatkan kualitas permainan tim nasional.
Namun demikian, adaptasi ke lingkungan sepak bola Indonesia bukanlah hal mudah. Simon menyadari bahwa karakter permainan Asia Tenggara berbeda dari Eropa. Meski begitu, ia tetap berkomitmen membawa standar tinggi. Ia juga mulai mempelajari budaya lokal dan dinamika sepak bola nasional.
Di sisi lain, kehadirannya dianggap sebagai simbol pulang kampung. Masyarakat Maluku secara khusus menyambut positif kembalinya tokoh inspiratif tersebut. Karena keterkaitan darah dan warisan budaya, Simon memiliki tempat khusus di hati banyak orang Indonesia. Inilah alasan emosional yang memperkuat misinya.
Sebagai penutup, perjalanan Simon Tahamata membuktikan bahwa asal-usul bukanlah batas untuk meraih prestasi global. Dengan kerja keras, konsistensi, dan sikap rendah hati, ia menaklukkan Eropa dan kini bersiap memberi kembali pada Indonesia. Maka, kisahnya layak menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Kini, harapan besar bertumpu pada kontribusinya di tubuh Timnas Indonesia. Jika semua berjalan lancar, maka Indonesia akan mendapat dorongan baru dalam membentuk tim yang kompetitif. Untuk itu, publik menantikan gebrakan Simon yang akan membuka babak baru dalam sejarah sepak bola nasional
