Jakarta, 10 September 2025 – Kondisi fisik Timnas Indonesia U-23 kembali menjadi sorotan setelah performa di ajang internasional terakhir. Pelatih senior Gerald Vanenburg mengungkapkan bahwa kelemahan dalam hal stamina dan ketahanan tubuh menjadi kendala utama bagi para pemain muda. Untuk itu, ia menawarkan solusi strategis: gelar turnamen usia muda secara rutin sebagai sarana intensifikasi latihan.
Diagnosis Vanenburg: Fisik Belum Optimal
Vanenburg menyebutkan hasil evaluasi terbaru menunjukkan adanya gap signifikan antara standar fisik timnas U-23 dengan pesaing regional. “Pemain kita masih sering kelelahan di menit-menit akhir pertandingan,” ujar sang pelatih Belanda. Ia menambahkan bahwa kurangnya pengalaman kompetisi berat membuat para pemain tidak terbiasa menjaga ritme performa hingga akhir pertandingan.
Turnamen Usia Muda: Kunci Intensifikasi Latihan
Sebagai solusinya, Vanenburg mengusulkan penyelenggaraan turnamen usia muda skala nasional atau regional. Menurutnya, format kompetisi akan memberikan tekanan nyata bagi pemain untuk meningkatkan kapasitas aerobik dan daya tahan otot. “Dengan frekuensi pertandingan yang tinggi, mereka akan belajar mengelola energi dan membangun resistensi secara alami,” paparnya.
Manfaat Lain dari Turnamen Rutin
Selain perbaikan fisik, Vanenburg yakin langkah ini akan membuka pintu bagi talenta muda:
- Peningkatan mental toughness: Pemain belajar bertahan di bawah tekanan.
- Eksposur teknis: Kesempatan bermain melawan gaya berbeda meningkatkan adaptabilitas.
- Proses seleksi transparan: Turnamen menjadi ajang objektif untuk menilai kemampuan aktual.
Respons dari Pihak Berwenang
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut proposal ini dengan optimisme. “Ini sejalan dengan visi kami membangun piramida sepak bola Indonesia. Turnamen usia muda akan menjadi fondasi kuat bagi generasi emas di masa depan,” ucapnya.
Contoh Sukses dari Negara Lain
Vanenburg mengacu pada model Jepang dan Jerman yang rutin mengadakan liga remaja berskala besar. Di Jepang, program J.League Youth telah sukses menghasilkan pemain seperti Takefusa Kubo dan Kaoru Mitoma yang notabene memiliki fisik dan teknik mumpuni.
Kesimpulan
Dengan gelar turnamen usia muda sebagai bagian integral dari program pembinaan, Timnas U-23 diharapkan dapat merampingkan proses perbaikan fisik secara berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tapi juga mempersiapkan generasi penerus yang tangguh untuk meraih prestasi di kancah internasional.
