Kehadiran Trump di Laga Puncak

Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, dipastikan akan menghadiri final FIFA Club World Cup 2025 yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, akhir pekan ini. Turnamen ini merupakan ajang bergengsi antar klub terbaik dunia dan untuk pertama kalinya menggunakan format 32 tim, menyerupai Piala Dunia antarnegara.

Kehadiran Trump di acara ini bukan hanya menarik perhatian publik dari dunia olahraga, tetapi juga memicu reaksi dari kalangan politik dan media internasional. Pasalnya, Trump sedang aktif dalam agenda politik nasional menjelang pemilihan umum berikutnya.

FIFA Buka Kantor di Trump Tower

Bersamaan dengan kabar kehadiran Trump, FIFA membuat langkah mengejutkan dengan membuka kantor perwakilan di Trump Tower, gedung pencakar langit milik Trump yang berlokasi di Fifth Avenue, Manhattan, New York.

Trump Tower dikenal sebagai markas bisnis dan pribadi Donald Trump sejak lama. Pembukaan kantor FIFA di lokasi tersebut langsung menimbulkan tanda tanya dari publik dan pengamat kebijakan olahraga.

Kritik dan Dugaan Konflik Kepentingan

Langkah FIFA membuka kantor di properti milik tokoh politik yang sedang aktif berkompetisi dalam pemilu dinilai menabrak prinsip netralitas. Banyak yang mempertanyakan apakah pemilihan Trump Tower sebagai lokasi kantor benar-benar berdasarkan efisiensi dan strategisitas, atau justru menciptakan potensi konflik kepentingan.

Beberapa pengamat menilai hal ini bisa merusak citra FIFA sebagai organisasi internasional yang seharusnya berdiri di atas semua kepentingan politik dan ekonomi pribadi.

Persiapan Menuju Piala Dunia 2026

Club World Cup 2025 ini juga dipandang sebagai batu loncatan penting menuju FIFA World Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kehadiran tokoh politik besar seperti Trump pada momen penting ini menambah nuansa politis pada dunia sepak bola global.

Dengan banyak mata tertuju ke final Club World Cup dan keputusan FIFA tersebut, hubungan antara olahraga, bisnis, dan politik kembali menjadi bahan perdebatan publik.

Penulis : Sandra

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *